Item - Kesenian Jegog

Bagian identitas

Kode referensi

Judul

Kesenian Jegog

Tanggal

  • 1900 - 2021 (Akumulasi)

Tingkatan deskripsi

Item

Jumlah dan media

Media Foto

Bagian konteks

Riwayat kearsipan

Gamelan Jegog, kesenian Jembrana Bali ini dalam sejarahnya diciptakan oleh seniman yang bernama Kiyang Geliduh dari Dusun Sebuah Desa Dangin Tukad Aya pada tahun 1912, demikian dikutip dari artikel blog Gambelan Jegog Kesenian Khas Kabupaten Jembrana, Bali.

Bahan gambelan ini terbuat dari bambu, biasanya dari tiing betung, tetapi ukurannya besar-besar. Di antara gambelan-gambelan Bali yang terbuat dari bambu, maka jegog inilah yang mempunyai ukuran paling besar, terutama bagian instrumennya yang disebut jegogan.

Gambelan ini disamping hanya dinikmati tabuh atau lagunya, juga berfungsi mengiringi tari khas daerah Jembana yang juga bernama Tari Jegog. Gerak-gerik tarinya banyak diangkat dari pencak silat. Tetapi akhir-akhir ini banyak dimasukkan tabuh-tabuh gong Kebyar untuk mengiringi tari kekebyaran.

Selain dari bentuk gambelannya yang lebih besar, hal lain yang membedakannya dari gerantang adalah posisi penabuh waktu memukulnya. Jika gerantang dipukul dalam posisi penabuh bersila, gambelan jegog dipukul sambil duduk di atas kursi karena ukuran selawahnya tinggi. Malahan yang betul-betul memberikan ciri khas cara menabuhnya adalah cara memukul instrumennya yang berukuran terbesar, yaitu jegogannya. Penabuhnya dua orang dengan jongkok bertengger di atas selawah bagian belakangnya.

Seorang memukul di sebelah kiri di daerah yang bilahannya bernada rendah dan seorang lagi di sebelah kanan yang bilahannya bernada tinggi. Masing-masing membawa panggul besar seperti pemukul gong yang karena berat dan besarnya digenggam dengan kedua tangannya. Sedang seorang yang di sebelah kiri memukul dengan cara “polos” dan yang di sebelah kanan dengan cara “sangsih”. Untuk instrumen yang lain seperti undir, penyacah, dan kantil sama seperti gerantang masing-masing oleh seorang penabuh.

Tiap-tia instrumen mempunyai jumlah bilahan yang sama, yaitu delapan buah. Larasnya adalah laras selendro, tetapi hanya memakai empat nada hingga memberi nada selendro dengan wana yang khas, yang berbeda dengan nada selendro dalam gambelan gerantang atau yang lainnya dengan sistem lima nada. Urut-urutan nadanya yaitu:

Satu barung gambelan jegog terdiri dari :
• Kantil : tiga tungguh
• Penyacah : tiga tungguh
• Undir : tiga tungguh
• Jegogan : tiga tungguh

Sumber akuisisi atau penyerahan langsung

Bagian isi dan struktur

Cakupan dan isi

Penilaian, pemusnahan dan jadwal retensi arsip

Akrual

Sistem penataan

Bagian ketentuan akses dan penggunaan

Ketentuan akses

Ketentuan reproduksi

Bahasa bahan arsip

Tulisan bahan arsip

Informasi mengenai Bahasa dan Tulisan

Karakteristik fisik dan persyaratan teknis

Sarana temu balik

Bagian bahan-bahan terkait

Keberadaan dan lokasi arsip asli

Keberadaan dan lokasi kopi arsip

Unit deskripsi terkait

Deskripsi terkait

Bagian catatan

Kode unik alternatif

Jalur akses

Jalur akses subjek

Tempat jalur akses

Jenis jalur akses

Bagian kontrol deskripsi

Kode unik deskripsi

Kode unik lembaga

Aturan dan/atau konvensi yang digunakan

Status

Tingkat kedetilan

Tanggal penciptaan revisi pemusnahan

Bahasa

Tulisan

Sumber

Bagian hak Objek Digital (Master)

Bagian hak Objek Digital (Referensi)

Bagian hak Objek Digital (Gambar kecil)

Bagian akuisisi

Subjek yang berkaitan

Orang dan organisasi yang berkaitan

Genre terkait

Tempat-tempat yang berkaitan